Minggu, 13 Januari 2013

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Pendidikan di Indonesia ditengarai akan lebih berkualitas, jika ditopang oleh empat komponen yang memainkan peranannya dengan baik. Empat komponen itu adalah pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, perusahaan mitra atau pendukung, relawan pendidikan, serta pihak yang berpengaruh seperti media massa atau perangkat teknologi.

Demikian disampaikan praktisi pendidikan Bambang Irianto di sela diskusi 'Gerakan Indonesia Berkibar' di Surabaya, Kamis (20/9). Untuk kompoenen pertama, peran pemerintah menurut dia, sangat tinggi untuk meningkatkan pendidikan karena berperan sebagai pelaku dan pembuat peraturan pendidikan.

Selain itu, lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya adalah peran perusahaan yang bersedia membantu pendanaan, khususnya dalam bidang pembangunan sarana prasarana sekolah. Selain itu, adanya relawan pendidikan yang bersedha membantu sistem pengajaran sangat dibutuhkan, serta peran media massa sebagai pihak yang mempengaruhi masyarakat menjadi lebih baik.

"Kalau empat komponen ini terwujud, kami optimistis kualitas pendidikan di Indonesia menjadi semakin meningkat," kata Bambang Irianto.

Berdasarkan catatannya, sejauh ini mutu pendidikan masih perlu dipertanyakan. Bahkan peringkat pendidikan Indonesia merosot jauh dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Pada 2010, Indonesia berada di peringkat 65 dunia, dan turun menjadi 69 pada 2011.

Dari lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun, ternyata tidak dapat melanjutkan sekolah. Sedikitnya 54 persen guru masih memiliki standar kualifikasi yang rendah. Belum lagi 13,19 persen gedung sekolah masih berada dalam kondisi buruk.

"Untuk memperbaikinya, perlu sebuah terobosan dan langkah nyata. Kami melihat 'Gerakan Indonesia Berkibar' memiliki fungsi besar untuk mewujudkan semua itu," tukas dia.

Sementara itu, Perwakilan Putera Sampoerna Foundation, Monique Hardjoko, mengatakan bahwa gerakan ini melakukan pengembangan berbagai bidang pendidikan.

Antara lain melalui Program Peningkatan Profesionalisme Guru, Program Kepemimpinan Pendidikan dan Manajemen Sekolah, Program Tata Kelola Sekolah, dan Program Lanjutan, sehingga kualitas guru dan sistem pembelajaran di Indonesia dapat diperbaiki secara menyeluruh.

"Gerakan ini merupakan wadah kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta atau lebih dikenal dengan 'public-private partnership'. Kami berusaha mengajak partisipasi dan kontribusi dari korporasi, bahk swasta maupun BUMN, media, dan komunitas di Indonesia," paparnya.
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara